selalu melawan
untuk pemberontakan jihad yang paling besar..
cukup kita takuti saja
dengan wajah yang mengerikan..
kita hanya sebagai seorang perompak
yang datang dengan tampang garang
menyuruh semua awak tunduk mengikuti perintah..
sangat tidak bijaksana
keadaan kita di seberang sana..
tapi kadang dengan itu kita terkenal,
berbuat kriminal dengan keterpaksaan
karena kantong tak ada isinya..
memang hanya itu yang bisa kita lakukan,
mengingat masih banyak kekayaan
ditumpuk di atas sana
tanpa memperhatikan sebuah keterpurukan menjalar
yang ada di bawahnya...
capitalis
BalasHapus